Get iNews App with new looks!
Mode Gelap
Advertisement
Aa Text
Share:
Read Next : Terungkap! Calon Praja IPDN asal Maluku Utara Meninggal saat Diksar akibat Henti Jantung
Advertisement . Scroll to see content

Kasus Henti Jantung di Usia Muda, Begini Penjelasan Pakar RS UNS

Kamis, 27 Januari 2022 - 13:19:00 WIB
Kasus Henti Jantung di Usia Muda, Begini Penjelasan Pakar RS UNS
Dokter spesialis jantung Rumah Sakit (RS) Universitas Sebelas Maret (UNS) Solo, Habibie Arifianto, dr SpJP (K) M.Kes. Foto: Ist.
Advertisement . Scroll to see content

Sedangkan henti jantung biasanya diakibatkan karena gangguan irama yang fatal dan bisa disebabkan oleh berbagai hal, seperti serangan jantung, faktor genetik atau keturunan, hingga gagal jantung. 

"Dan henti jantung biasanya lebih mematikan dibanding serangan jantung," tuturnya. 

Henti jantung di usia muda, lanjut dr Habibie, sebenarnya merupakan kasus yang sangat jarang. Apalagi jika berkaitan dengan gangguan irama. Beberapa penyakit genetik atau keturunan yang dapat mengakibatkan henti jantung mendadak, di antaranya Sindrom Brugada, Sindrom Long QT, dan kardiomiopati hipertrofik.

Karena henti jantung adalah masalah kesehatan yang serius, maka cara penanganannya pun tak boleh disepelekan. Bila menyaksikan korban mengalami henti jantung mendadak, kita bisa meminta bantuan tim medis atau dibawakan alat Automatic Electrical Defibrillator (AED) yang sudah banyak tersedia di tempat umum, seperti bandara dan pusat perbelanjaan.

Sambil menunggu bantuan datang, maka bisa memberikan bantuan hidup dasar dengan pijat jantung luar, resusitasi jantung. Langkah ini sangat penting bagi anggota masyarakat untuk memahami cara-cara bantuan hidup dasar. 

Pemangku kepentingan diminta untuk menyediakan AED sehingga dapat membantu korban dengan henti jantung mendadak. Untuk langkah pencegahannya, apabila diketahui memiliki riwayat keluarga yang meninggal mendadak di usia muda atau riwayat sering pingsan, sebaiknya segera memeriksakan diri ke dokter jantung.

"Tujuannya untuk dicari kemungkinan adanya gangguan irama atau struktur jantung yang dapat menyebabkan henti jantung di masa mendatang," katanya. 

Editor: Ary Wahyu Wibowo

Follow WhatsApp Channel iNews untuk update berita terbaru setiap hari! Follow

Related News

 
iNews Network
Kami membuka kesempatan bagi Anda yang ingin menjadi pebisnis media melalui program iNews.id Network. Klik lebih lanjut