Kaleidoskop 2020: 10 Kejadian Warga Jateng Tenggelam di Sungai hingga Tercebur Sumur
Tri Winarno (33) warga desa Tengaran Kulon, kecamatan Tengaran, kabupaten Semarang diduga tenggelam saat memancing di waduk Kedungombo kecamatan Kemusu, kabupaten Boyolali.
“Kamis(16/4/2020) pagi, korban mengajak Nur Fuad (30) untuk mancing bersama, lalu Fuad menghubungi Sunarto(64) sang pemilik perahu. Lantas Sunarto mengantarkan perahu tersebut ke lokasi memancing di Dukuh Bodeh, selanjutnya perahu dipakai oleh korban untuk mancing di tengah waduk Kedungombo sedangkan Fuad mancing dipinggir waduk," kata Kepala Basarnas Semarang, Nur Yahya.
"Sekitar pukul 11.00 WIB Fuad dikabari oleh Sunarto bahwa perahu terguling saat korban hendak menancapkan besi untuk pancang perahu. Diduga korban ikut terguling jatuh kedalam, tidak bisa berenang hingga tenggelam," punkatanya.
Tiga orang korban tertimbun longsor di dusun Pasiraman, desa Katekan, kecamatan Brarti, kabupaten Grobogan berhasil ditemukan oleh tim SAR gabungan dalam keadaan meninggal dunia, Rabu(19/8/2020)
Kejadian tersebut menimpa Suwadi bin Sutiyo (45), Yulianto bin Sarwo (35) dan Ridwan (39) ke tiga korban berasal dusun Katekan, desa Katekan, kecamatan Brati Kabupaten Grobogan.
Kepala Basarnas Semarang Nur Yahya menceritakan awal krologi kerjadian, ada beberapa orang sedang melakukan kegiatan penggalian tanah galian C , ke-3 korban bekerja sebagai pengangkut batu sekitar pukul 09.00 WIB terjadi keretakan pada bagian atas tebing lalu tiba- tiba terjadi longgsor menimbun 3 orang tersebut
"Sekitar pukul 13.15 WIB korban pertama ditemukan atas nama Suwadi pukul 13.45 WIB ditemukan Yulianto selang 1 jam kemudian ditemukan Ridwan, ketiga korban langsung dievakuasi ke RSUD
Soedjati Kota Purwodadi,” katanya.
Fatwur Rohman (7), bocah warga desa Karanggondang, kecamatan Mlonggo, kabupaten Jepara jatuh ke dalam sumur sekitar pukul 15.00 WIB, satu setengah jam kemudian tepatnya pukul 16.30 WIB berhasil dievakuasi oleh tim SAR gabungan dalam keadaan meninggal dunia, (20/10/2020).
Kepala Basarnas Semarang, Nur Yahya menceritakan kronologi awal kejadian sekitar pukul 3 sore sang ibu sedang mencari keberadaan anaknya yang sedang main disekitar rumah namun tidak ditemukan keberadaannya. Setelah mencari dengan suaminya didapati korban sudah berada di dalam sumur.
" Belum ada yang tau kenapa anak tersebut bisa jatuh ke sumur, diketahui jarak sumur dengan rumah korban kurang lebih 10 meter,” katanya.
Upaya evakuasi tim SAR gabungan dengan menggunakan metode lowering rescuer turun dengan tali untuk mengikat tubuh korban, diketahui kedalam sumur mencapai 15 meter dan diameter mencapai 1 meter.
"Setelah upaya kurang lebih 20 menit SAR gabungan berhasil mengevakuasi dalam kondisi meninggal dunia, selanjut korban dibawa ke rumah duka,” ujarnya.
Editor: Ahmad Antoni