Dirinya yakin seiring perjalanan waktu, nantinya akan tumbuh kerinduan kepada Bajo. “Kalau nanti Mas Gibran tidak bisa ngayomi masyarakat, nanti ada kerinduan kepada Bajo. Seperti tsunami, hati hati 2024 nanti kita ketemu lagi,” ujarnya. Sama seperti Piwalkot Solo 2020, tahun 2024 nanti juga akan maju melalui jalur perseorangan atau independen.
Unggul di Pilwalkot Solo, Gibran Minta Tidak Buru-Buru Klaim Kemenangan
Hasil Pilkada 2020, membuat Bajo mengerti celah celah di dalam politik. Ditanya apakah sudah menghubungi Gibran setelah coblosan, Bagyo Wahyono menyatakan belum. “Kenapa harus telpon, kami khan orangtua. Harus paham tentang etika budaya Jawa,” katanya.
Meski demikian, ia tidak menampik kemungkinan untuk mengucapkan selamat kepada Gibran. “Selamat tapi nanti aspirasi dari masyarakat juga harus kami sampaikan,” ujarnya. Sebab pemerintahan nanti harus bisa menjawab tantangan di masa depan.
Pilwalkot Solo 2020, Gibran: Semua Sudah Selesai Jangan Ada Kubu-Kubuan Lagi
Mengenai rencana Gibran yang ingin sowan (berkunjung) setelah semuanya beres, pria yang keseharian sebagai penjahit ini mempersilahkan. “Itu wujud salah satu kerukunan masyarakat di Solo terjalin,” katanya.
Editor: Ahmad Antoni