Jenazah Corona Ditolak Warga, Bupati Banyumas: Saya Minta Maaf Kurang Sosialisasi
Proses pemakaman ini mengalami kegagalan berkali-kali meski telah dilakukan penjelasan oleh aparat kepolisian dan pihak pemda. Sebab, jasadnya harus segera dimakamkan, maka pemerintah daerah selanjutnya memakamkan di sebuah tanah milik pemda yang berada di perbatasan dua desa, yakni Karangtengah dan Tumiyang.
Namun, kembali ditolak oleh warga, bahkan lebih ekstrem dibanding dengan tiga desa lainnya. Jasad korban yang sudah dimakamkan tersebut dipaksa oleh warga untuk dibongkar kembali.
Bupati Banyumas Achmad Husein pun terpaksa menuruti kemauan warga dan ikut menggali makam tersebut hingga mengangkat jenazahnya sampai dimasukan ke mobil ambulans
Sempat terjadi kericuhan antara warga dengan bupati serta aparat kepolisian karena warga meminta agar iring-iringan kendaraan pembawa jenazah tidak melintasi jalan di desa dan harus memutar arah yang lebih jauh. Ironisnya lagi, salah satu mobil ambulans yang terpisah dengan rombongan dan hendak melewati jalur lain diadang oleh massa dan dilempari dengan kayu.
Meski mendapat penolakan keras di beberapa desa, jenazah pria terinfeksi Covid-19 akhirnya berhasil dimakamkan di sebuah desa di wilayah Kabupaten Banyumas.
Editor: Kastolani Marzuki