Jelang Pilpres, Perempuan NU Diingatkan Siap Menangkan Jokowi-Ma'ruf
Mantan ketua umum Fatayat NU ini mengakui, saat ini tantangan terberatnya melawan fitnah dan berita bohong. Apalagi masih ada sekitar 10 persen warga dari sekitar 260 juta jiwa yang percaya pada fitnah-fitnah yang menyerang Jokowi.
Karena itu, dia mengajak perempuan NU untuk menjadi juru bicara Jokowi-Ma'ruf. Tugasnya untuk meluruskan berbagai fitnah yang muncul. “Namun jangan dibalas dengan fitnah. Jelaskan saja prestasi Pak Jokowi dan kiprah sekaligus visi Kiai Ma’ruf,” ujarnya.
Menurut Ida, usia tidak mempengaruhi visi KH Ma’ruf Amin. Sebab visinya tetap jauh ke depan. Hal itu sudah dia tunjukkan dalam debat cawapres beberapa waktu lalu. “Dalam debat kemarin, Kiai Ma’ruf juga menegaskan tantangan generasi milineal, utamanya dalam 10 tahun ke depan,” katanya.
Visi Kiai Ma’ruf tak lepas dari akan adanya bonus demografi. Hal itu akan menjadi positif jika anak-anak generasi penerus disiapkan dari sekarang. “Karenanya Pak Jokowi banyak menyiapkan Balai Latihan Kerja biar masyarakat terampil dan produktif,” ujarnya.
Sementara pengurus DPP Partai Kebangkitan Bangsa (PKB) Siti Mukaromah menegaskan, warga NU harus bangga jika memiliki wakil presiden. Karena itu, semua harus bersatu untuk memenangkan pasangan Jokowi-Ma'ruf.
“Kita berkumpul di sini untuk sama-sama bersatu memenangkan Pak Jokowi, Kiai Ma’ruf. Pak Jokowi sangat memberi perhatian besar pada kaum NU maupun dunia pesantren. Karena itu, tidak salah jika Pak Jokowi, Kiai Ma’ruf menjadi satu-satunya pilihan warga NU,” katanya.
Editor: Maria Christina