Get iNews App with new looks!
Mode Gelap
Advertisement
Aa Text
Share:
Read Next : Sragen Gempar! Siswi SD Berseragam Pramuka Tewas dalam Rumah, Ibu Histeris
Advertisement . Scroll to see content

Jateng Sepakat PPKM Diperpanjang, Ini Alasannya

Kamis, 21 Januari 2021 - 06:45:00 WIB
Jateng Sepakat PPKM Diperpanjang, Ini Alasannya
Petugas gabungan saat memeriksa penerapan protokol kesehatan di wilayah perbatasan Kabupaten Demak-Kota Semarang. (iNews/Ahmad Antoni)
Advertisement . Scroll to see content

SEMARANG, iNews.id  – Pemerintah Pusat berencana memperpanjang Pemberlakukan Pembatasan Kegiatan Masyarakat (PPKM) setelah 25 Januari 2021. Seperti diketahui, PPKM diberlakukan sejak 11 Januari 2021 dan akan berakhir pada 25 Januari 2021.

Kepala Dinas KesehatanJawa Tengah Yulianto Prabowo menyambut baik rencana perpanjangan PPKM. Menurutnya, perubahan perilaku masyarakat untuk mencegah penyebaran Covid-19, tidak bisa dilakukan dalam waktu singkat hanya dua pekan.

“Perlu (diperpanjang PPKM), karena perubahan perilaku dua minggu itu belum cukup. Ini butuh waktu,” kata Yulianto kepada awak media, Rabu (20/1/2021).

Dia mengatakan, Gubernur Jawa Tengah Ganjar Pranowo mengusulkan PPKM tak hanya dilakukan selama dua pekan. “Jadi Pak Gubernur sendiri juga sudah mengusulkan bahwa memberlakukan PPKM tidak hanya dua minggu tapi perlu diperpanjang,” katanya.

“Jadi kalau itu (PPKM) diperpanjang, maka prinsipnya Jawa Tengah sepakat karena memang perubahan perilaku dua 2 minggu itu kelihatannya belum mempunyai efek yang cukup,” ujar dia.

Sebelumnya diberitakan, Kepala Staf Kepresidenan (KSP) Moeldoko juga memberikan sinyal kemungkinan pembatasan aktivitas masyarakat dilanjutkan. Hal ini dilakukan jika hasil evaluasi dari pembatasan selama dua pekan ini belum maksimal.

“Kalau nanti dalam dua minggu itu ternyata tingkat kesadaran masyarakat belum tinggi, disiplinnya semakin hari semakin menurun dan seterusnya pasti akan ada langkah-langkah berikutnya yang ya sifatnya sama bagaimana pembatasan itu,” katanya.

“Case-case yang selama ini berjalan seperti PSBB kan itu menggunakan pertimbangan dua minggu. Setelah itu baru dievaluasi kembali selama dua minggu diikuti dengan bagus dengan baik, dimonev ya, dimonitor dan dievaluasi. Setelah itu akan ada kebijakan baru lagi. Itu bukan berarti dua minggu itu selesai. Ya itu poinnya bukan di situ. Tapi selama dua minggu inilah sebuah upaya keras untuk menurunkan,” ujarnya.

Editor: Ahmad Antoni

Follow WhatsApp Channel iNews untuk update berita terbaru setiap hari! Follow

Related News

 
iNews Network
Kami membuka kesempatan bagi Anda yang ingin menjadi pebisnis media melalui program iNews.id Network. Klik lebih lanjut