Jadi Langganan Banjir, Warga Malas Mengungsi Meski Debit Air Meningkat
Menariknya, banjir kerap datang di akhir atau di awal tahun dan terjadi hingga berbulan-bulan. Sayangnya, pemerintah setempat seperti belum punya upaya jitu agar bencana banjir tidak kembali terjadi.
Kepala Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Demak Agus Nugroho mengatakan, hampir tiga hari debit banjir di pemukiman warga Desa Sayung terus meninggi. Namun, kata dia, hanya sebagian warga saja yang bersedia untuk mengungsi. Padahal, ketinggian air telah mencapai 1-1,5 meter.
"Paling parah Desa Sayung. Ketinggian paling dalam kurang lebih 1,5 meter. Kalu warga, walaupun sudah dua bulan terendam belum ada yang mengungsi. Mungkin mereka masih menganggap aman walaupun kondisinya seperti ini," ucap Agus sambil meninjau kondisi banjir.

Dia mengatakan, untuk meringankan beban para korban bencana banjir BPBD dan Palang Merah Indonesia (PMI) telah membangun sejumlah posko pertolongan. Namun, upaya tersebut hanya bisa menjangkau 5.000 jiwa sedangkan jumalh korban banjir terus bertambah.
"Kita hanya meringankan beban mereka, antara lain membuka dapur umum, mengirim beberapa logistik yang dibutuhkan termasuk pengobatan massal setiap dua hari sekali yang dilaksanakan Puskesmas Sayung dan Dinas Kesehatan Kabupaten Demak," ujarnya.
Editor: Achmad Syukron Fadillah