Hebat! Ravidho Lulus Doktor Termuda Usia 26 Tahun Raih IPK Sempurna 4,00 di UGM
Dia memilih fokus pada analisis variabilitas struktur vertikal curah hujan di Sumatera menggunakan data pengamatan permukaan dan satelit ketika S2.
Ketertarikan Ravidho pada program S3 Fisika di UGM didorong oleh penawaran program By Research yang fleksibel, yang memungkinkannya tetap bekerja sebagai asisten riset di Universitas Andalas. Dia menemukan promotor yang mendukung penelitian di bidang fisika atmosfer.
Dia berpendapat, minat terhadap bidang fisika di Indonesia menurun akibat rendahnya daya serap dunia kerja.
“Tantangan ini memicu para pegiat fisika untuk lebih kreatif dalam mengaplikasikan ilmu fisika agar bermanfaat bagi masyarakat,” katanya.
Salah satu tantangan terbesar selama studi yakni mengelola waktu antara studi doktoral dan pekerjaan sebagai asisten riset. Sebab itu, Ravidho menekankan pentingnya komunikasi dengan promotor dan pembagian skala prioritas untuk menyelesaikan tugas-tugas secara efektif.