Harus Kerjakan Tugas, Anak-Anak Desa di Grobogan Naik Bukit Cari Sinyal Internet
Salah satu siswa kelas 2 SMP di Gabus, Irfan mengaku sudah tidak bisa konsentrasi dalam mengerjakan tugas. Dia mengeluhkan sudah terlalu banyak tugas yang menumpuk dan belum terselesaikan.
"Selama ini ya ngerjakan tugas saja. Jenuh," kata Irfan.
Sebelum berswafoto dan menikmati pemandangan dari puncak bukit, anak-anak desa ini terlebih dahulu mengerjakan tugas sekolah. Selama di rumah tidak ada jaringan internet sehingga tidak bisa mengirim laporan ke sekolah. Sebuah modem internet pun mereka pasang di atas pohon agar sinyal bisa tertangkap lebih kuat.
Kepala Desa Suwatu, Riyanto berulang kali mengupayakan untuk pemasangan jaringan internet agar anak-anak tidak harus bolak balik ke bukit. Namun hingga kini belum ada respon dari pemerintah.
"Masyaraka ini mengeluh, karena di desa kami kekurangan untuk mengakses internet. Anak-anak juga semakin jenuh karena sinyal kalau di rumah itu enggak terjangkau," ucapnya.
Suwatu merupakan desa terpencil yang dikelilingi perbukitan tinggi. Jaraknya pun jauh dari pusat perekonomian. Untuk sampai di pusat kota, warga harus menempuh perjalanan melintasi hutan sejauh 17 kilometer.
Editor: Nani Suherni