Haji Tamattu adalah? Begini Syarat, Tata Cara, dan Niatnya
Setelah tahalul, jamaah sudah terlepas dari kondisi ihram, hingga nanti datangnya hari Tarwiyah, yakni tanggal 8 Dzulhijjah. Pada hari Tarwiyah ini (tanggal 8 Dzulhijjah) jamaah berihram kembali dari Mekkah untuk melaksanakan haji hingga sempurna.
Bagi yang melaksanakan macam-macam haji seperti Tamattu’, wajib baginya menyembelih hewan kurban (seekor kambing/sepertujuh dari sapi/ sepertujuh dari unta) pada tanggal 10 Dzulhijjah atau di hari-hari tasyrik (tanggal 11, 12, 13 Zulhijjah).
Berikut adalah niat melaksanakan umrah adalah sebagai berikut:
بِسْمِ ٱللَّٰهِ ٱلرَّحْمَٰنِ ٱلرَّحِيمِ لَبَّيْكَ اللَّهُمَّ عُمْرَةً.
Artinya: Aku sambut panggilanMu ya Allah untuk berumroh.
Atau dengan bacaan niat yang lain sebagai berikut:
بِسْمِ ٱللَّٰهِ ٱلرَّحْمَٰنِ ٱلرَّحِيمِ نَوَيْتُ العُمْرَةَ وَأَحْرَمْتُ بِهَا لِلَّهِ تَعَالَى.
Artinya: Aku niat umroh dengan berihram karena Allah ta'ala.
بِسْمِ ٱللَّٰهِ ٱلرَّحْمَٰنِ ٱلرَّحِيمِ لَبَّيْكَ اللَّهُمَّ حَجًّا.
Artinya: Aku sambut panggilanMu ya Allah untuk berhaji.
Itulah pengertian Haji Tamattu lengkap beserta syarat, tata cara pelaksanaan, dan bacaan niat. Wallahualam bissawab
Editor: Komaruddin Bagja