Hadiah Masjid dari Pangeran Abu Dhabi untuk Jokowi Dibangun di Solo
"Ini suatu penghargaan yang luar biasa untuk Indonesia," katanya.
Wisnu menjelaskan pembangunan masjid di Solo tersebut sebenarnya merupakan awal dari pihak UEA untuk masuknya investasi negara-negara Timur Tengah ke Indonesia. Jadi selama ini, seakan-akan investor yang masuk ke Indonesia hanya dari China.
Pangeran Mohammed bin Zayed dan Pemerintahan UEA sangat tertarik investasi di Indonesia, antara lain, di bidang ketahanan pangan dan ketahanan energi di Indonesia .
"UEA sangat tertarik untuk pembangunan kilang minyak seperti di Cilacap, cara mereka relatif lebih simpel untuk investasi," kata Wisnu.
Wisnu menjelaskan rencana pembangunan masjid yang diperkirakan termegah di Indonesia tersebut membutuhkan lahan sekitar 3 hektare, dengan anggaran akan disesuaikan dengan kebutuhan di Indonesia. Kini sedang tahap lelang, dan peletakan batu pertama akan dilaksanakan pada Desember mendatang.
"Untuk dana pembangunan masjid akan menyesuaikan kebutuhan di Indonesia. Jadi untuk pelaksanaan oleh Pemerintah Indonesia dan pihak UEA sebagai supervisi. Karena desain harus bisa mirip Masjid di Abu Dhabi," kata Wisnu salah satu pebisnis asal Solo di pasar UEA.
Kepala Kantor Kemenag Surakarta Mustain Ahmad menyambut baik pembangunan mesjid sumbangan pemerintah UEA itu.
Menurut Mustain, petugas Badan Pertanahan Nasional (BPN) kini sedang melaksanakan pengukuran sekaligus penentuan arah kiblat. Kegiatan itu juga dihadiri Ketua NU Kota Surakarta Mashuri, Ketua MUI sekaligus Ketua Muhammadiyah Surakarta, KH Subari.
"Kami bersama tokoh agama dan tokoh masyarakat di Surakarta menyambut baik dan luar biasa. Hal ini bentuk ekspresi dan antusias umat beragama khususnya umat Islam," kata Mustain.
Editor: Nani Suherni