Gowes Sepeda dari Aceh, 2 Difabel Ini Temui Ganjar Pranowo
"Banyak sekali suka dukanya. Sukanya bisa ketemu banyak saudara baru sesama pecinta sepeda ontel. Dukanya ya itu, ban pecah, tidur di pom bensin, rantai lepas, rem blong sampai jatuh ke semak-semak, dan sebagainya," ujar Nanang, sambil tersenyum.
Selain penasaran dengan Pulau Sumatera, Nanang dan Kiki juga mengemban misi penting. Keduanya ingin memberikan semangat kepada teman-teman penyandang disabilitas agar tetap semangat dan tidak putus asa.
"Mereka (penyandang disabilitas) tidak boleh putus asa dan tetap menjalani hidup dengan semangat, tetap memberikan yang terbaik," katanya.
Saat menemui keduanya, Ganjar langsung mengacungkan dua jempol. Dia mengaku tidak menyangka, dua difabel asal Banyuwangi ini mampu bersepeda sampai titik nol kilometer di Aceh.
"Mereka berdua istimewa. Luar biasa hebat. Saya heran, ini karena nekat, ora duwe gawean (tidak punya pekerjaan) atau apa ya. Apalagi mas Nanang ini, mengayuh hanya pakai satu kaki, aku wae ora kuat (saya saja tidak kuat)," ucap Ganjar.
Ganjar salut dengan kehebatan dua difabel asal Banyuwangi ini. Apalagi, selain untuk mencari saudara, keduanya mengusung misi penting dalam memberikan semangat kepada para penyandang disabilitas lainnya.
"Kerenlah pokoknya. Mereka berdua penyandang disabilitas menyemangati rekan-rekannya dengan bersepeda. Mereka mau mengatakan, jangan patah hati dan tetap semangat kepada para penyandang disabilitas lainnya," katanya.
Editor: Nani Suherni