Get iNews App with new looks!
Mode Gelap
Advertisement
Aa Text
Share:
Read Next : Momen Wapres Gibran Tinjau Langsung Keberangkatan Jemaah Haji di Bandara Juanda
Advertisement . Scroll to see content

Gibran Didesak Keluarkan Larangan Perdagangan Daging Anjing di Solo

Rabu, 21 April 2021 - 17:21:00 WIB
Gibran Didesak Keluarkan Larangan Perdagangan Daging Anjing di Solo
Wali Kota Solo Gibran Rakabuming Raka Foto: dok.
Advertisement . Scroll to see content

SOLO, iNews.id - Koalisi Dog Meat Free Indonesia (DMFI) mendesak Wali Kota SoloGibran Rakabuming Raka mengeluarkan aturan terkait larangan perdagangandaging anjing. Permintaan serupa pernah disampaikan kepada Wali Kota Solo sebelumnya FX Hadi Rudyatmo (Rudy). 

Menanggapi desakan itu, Gibran mengaku sudah menerima beragam masukan terkait permintaan larangan perdagangan daging anjing di Kota Solo. Saat ini pihaknya sedang mengkaji berbagai masukan. 

"Saya kaji dulu, saran-saran sudah masuk semua," kata Gibran, Rabu (21/4/2021).

Sebelumnya Karin Franken, dari Jakarta Animal Aid Network (JAAN) dan DMFI dalam pernyataan tertulisnya meminta Pemkot Solo mengeluarkan larangan perdagangan daging anjing. Terdapat sekitar 85 warung makan di Solo yang menyajikan menu daging anjing.

Berdasarkan investigasi DMFI, perdagangan anjing di Indonesia, khususnya Jawa Tengah, masih cukup tinggi. Kota Solo merupakan salah satu  kota dengan jumlah penjualan daging anjing yang cukup tinggi. 

"Tercatat 13.700 anjing dipotong dan dikonsumsi setiap bulan di Solo," kata Karin Franken.

Pemotongan di beberapa rumah jagal yang dinilai kotor. Dalam praktiknya, pemotongan anjing berpotensi menularkan penyakit, seperti rabies. Pemotongan anjing dilakukan tanpa jaminan kesehatan dan menghasilkan daging yang bersih dan bebas penyakit. Kondisi ini jadi semakin mengkhawatirkan saat Indonesia tengah dilanda pandemi Covid-19.

"Fokusnya adalah kesehatan dan keamanan masyarakat," katanya. 

Editor: Ary Wahyu Wibowo

Follow WhatsApp Channel iNews untuk update berita terbaru setiap hari! Follow

Related News

 
iNews Network
Kami membuka kesempatan bagi Anda yang ingin menjadi pebisnis media melalui program iNews.id Network. Klik lebih lanjut