Get iNews App with new looks!
Mode Gelap
Advertisement
Aa Text
Share:
Read Next : Penyembelihan Sapi Kurban Jumbo Sapu Jagad di Kendal Dramatis, Tali Putus Saat Dirobohkan
Advertisement . Scroll to see content

Gerakan Jateng di Rumah Saja, Pedagang Pasar Kendal Beda Pendapat

Jumat, 05 Februari 2021 - 20:42:00 WIB
Gerakan Jateng di Rumah Saja, Pedagang Pasar Kendal Beda Pendapat
Aktivitas perdagangan di Pasar Kendal sehari menjelang pelaksanaan Gerakan Jateng di Rumah Saja yang digulirkan Gubernur Ganjar Pranowo. (Foto: iNews/Eddie Prayitno)
Advertisement . Scroll to see content

KENDAL, iNews.id – Gerakan Jateng di Rumah Saja yang digulirkan Gubernur Ganjar Pranowo menimbulkan beda pendapat di kalangan pedagangPasar Kendal. Satu sisi ada yang merasa diuntungkan, namun di sisi lainnya ada yang dirugikan.

Gerakan Jateng di Rumah Saja dilaksanakan dua hari mulai Sabtu (6/2/2021) besok. Salah satu poinnya adalah imbauan tidak berjualan selama dua hari sebagai bentuk dukungan. “Namun itu jelas memberatkan pedagang kecil seperti kami,” kata Sri Wahyudi, pedagang buah di Pasar Kendal, Jumat (5/2/2021).

Aturan yang digulirkan Ganjar Pranowo, diakui baik karena bermaksud mencegah penyebaran Covid-19. Namun pemerintah diminta menjamin kesejahteraan ketika pedagang dua hari tidak berjualan. “Ketika tutup dua hari, buah yang dijual akan busuk dan itu rugi besar,” jelasnya.

Ia memperkirakan, kerugian yang dialami ketika tutup sekitar Rp300.000 per hari. Semakin lama tutup, maka kerugian yang diderita semakin besar. Pedagang bingung jika tetap berjualan, khawatirnya terkena razia dan diminta tutup.

Sementara, gerakan Jateng di Rumah Saja menguntungkan pedagang sembako di pasar yang sama. “Sehari sebelum pelaksanaan, banyak warga memborong sembako sebagai persiapan,” kata Jumanah, pedagang lainnya. Pedagang tahu, tempe dan sayuran juga ramai diserbu pembeli.

Sekretaris Daerah (Sekda) Kabupaten Kendal, Mohamad Toha mengatakan, pihaknya akan melaksanakan sesuai Surat Edaran (SE) Gubernur. Meski demikian, Pemkab Kendal memberi kelonggaran bagi pedagang pasar tradisional. Mereka tetap bisa buka namun dengan pengaturan yang ketat. Pedagang bisa bergantian saat berjualan.

Yakni sehari berjualan, dan sehari tutup sebagai langkah bersama memutus mata rantai penyebaran Covid-19. “Kegiatan pasar murah di lokasi car free day (CFD) tetap dilarang. Kegiatan yang mengundang keramaian juga dilarang,” ujar Mohamad Toha. Petugas nantinya akan mengawasi di sejumlah titik demi keberhasilan gerakan Jateng di Rumah Saja.

Editor: Ary Wahyu Wibowo

Follow WhatsApp Channel iNews untuk update berita terbaru setiap hari! Follow

Related News

 
iNews Network
Kami membuka kesempatan bagi Anda yang ingin menjadi pebisnis media melalui program iNews.id Network. Klik lebih lanjut