Gelar IPC di Solo, Gus Nabil: Jangan Lalai Jaga Kekayaan Indonesia
Senada dengan Andreas, Founder NU Gallery sekaligus inisator IPC, Muchamad Nabil Haroen atau yang akrab disapa Gus Nabil mengungkapkan, agenda ini, selain sebagai ajang silaturrahmi para pelukis dan melestarikan etnik serta budaya bangsa, juga untuk menemukan pelukis-pelukis muda yang berbakat.
"Banyak sekali tunas-tunas bangsa yang berbakat dalam dunia lukis. Mereka harus diberikan wadah dan kesempatan untuk menunjang keahliannya. Kompetisi adalah salah satu caranya. Dengan ikut berkompetisi, mereka dapat berinteraksi dengan pelukis-pelukis lainnya yang lebih senior," ungkap Gus Nabil.
Selain itu, bagi Gus Nabil, acara ini dilaksanakan sebagai ajang untuk menyegarkan ingatan kita terhadap kekayaan etnik dan budaya Nusantara. "Kita dikenal bangsa lain karena banyaknya keragaman etnik dan kebudayaan yang kita miliki. Jangan sampai, rasa bangga itu membuat kita lalai untuk menjaga dan melestarikannya," kata lelaki yang juga Ketua Umum Pimpinan Pusat Pagar Nusa tersebut.
Kepala Dinas Kebudayan Kota Solo, Kinkin Sultanul Hakim mengapresiasi, acara ini punya makna penting dan strategis. Lukisan para pelukis butuh ruang, butuh dipamerkan dan inilah salah satu wadah yang sangat penting bagi para pelukis. "Acara ini harus terus ada. Dengan acara seperti ini, apresiasi yang sangat nyata untuk para seniman," ujar Kinkin.
Salah satu peserta kontes yang melukis menggunakan kaki, Sadiqin Pard, mengungkapkan kegembiraannya lantaran dapat berpartisipasi dalam IPC. "Saya senang sekali karena masih banyak orang yang peduli terhadap para pelukis dan seniman pada umumnya," ujar Sadiqin.
Editor: Kastolani Marzuki