Get iNews App with new looks!
Mode Gelap
Advertisement
Aa Text
Share:
Read Next : Beli Sajam Corbek via Instagram, Pelajar 16 Tahun di Semarang Ditetapkan sebagai Pelaku Anak
Advertisement . Scroll to see content

Gawat, Ratusan Tenaga Kesehatan di Kabupaten Semarang Terpapar Covid-19

Senin, 05 Juli 2021 - 14:34:00 WIB
Gawat, Ratusan Tenaga Kesehatan di Kabupaten Semarang Terpapar Covid-19
Bupati Semarang Ngesti Nugraha dan Kapolres Semarang AKBP Ari Wibowo saat melakukan sosialisasi ketentuan PPKM darurat. (Foto/IST)
Advertisement . Scroll to see content

SEMARANG, iNews.id - Ratusan tenaga kesehatan di Kabupaten Semarang, Jawa Tengah, terkonfirmasi positif Covid-19. Sampai saat ini mereka masih menjalani isolasi mandiri.

Menurut Bupati Semarang Ngesti Nugraha, pandemi Covid-19 yang tak kunjung usai telah berdampak serius pada semua sektor. Laju penularan Covid-19 masih terus terjadi. Bahkan tenaga kesehatan yang terpapar Covid-19 jumlah mencapai ratusan orang.

"Setidaknya sudah ada 287 tenaga kesehatan positif dan harus melakukan isolasi mandiri. Dampaknya sangat serius," kata Ngesti, Senin (5/7/2021). 

Karena itu, dia mengimbau kepada masyarakat untuk meningkatkan kesadaran dalam mematuhi protokol kesehatan dan ketentuan yang ditetapkan pemerintah pada masa PPKM darurat serta aturan lain terkait upaya penanganan pandemi Covid-19. "Kami berharap masyarakat semakin baik agar Kabupaten Semarang dapat segera bangkit," katanya.

Dia mengatakan, terdapat sejumlah larangan dan pembatasan aktivitas masyarakat selama penerapan PPKM darurat 3-20 Juli 2021. Diantaranya, rumah makan tidak boleh penyediaan tempat duduk untuk konsumen. 

Para pedagang khususnya rumah makan jika tidak patuh, maka akan disanksi. Namun sanksi baru dijatuhkan apabila upaya edukasi tidak diindahkan. "Selama PPKM darurat semua rumah makan saya minta take away. Pesan kemudian dibungkus, tidak makan di tempat," ujar dia.

Selain itu, operasional pasar tradisional juga dibatasi maksimal berjualan hingga pukul 14.00 WIB. "Kami terus melakukan edukasi kepada masyarakat. Vaksinasi juga kita tingkatkan," ujarnya.

Editor: Ahmad Antoni

Follow WhatsApp Channel iNews untuk update berita terbaru setiap hari! Follow

Related News

 
iNews Network
Kami membuka kesempatan bagi Anda yang ingin menjadi pebisnis media melalui program iNews.id Network. Klik lebih lanjut