Ganjar Pranowo Usul Pendapatan ASN Dipotong 50 Persen untuk Atasi Corona
Pemotongan dinilai penting untuk menunjukkan sensitivitas pegawai pemerintahan kepada masyarakat. Mengingat saat ini, banyak masyarakat yang mengalami kesulitan akibat terdampak Covid-19.
"Para buruh di-PHK, pekerja informal tidak bisa bekerja dan banyak lagi masyarakat yang mengalami kesulitan hidup akibat wabah pandemi ini. Mari kita ikut peduli, bahwa kita saat ini semua sedang dalam masa kesulitan," katanya.
Pemotongan pendapatan ASN di tengah pandemi Covid-19 saat ini, dapat membantu meringankan beban negara. Apalagi, kondisi ekonomi Indonesia masih belum menentu tahun depan. Semuanya masih buram dan tidak dapat diperhitungkan.
"Gambarannya masih buram, ekonomi kita masih buram. Maka kalau itu (gaji ASN) bisa dipotong minimum 50 persen, akan bisa menunjukkan sensitivitas dan anggarannya bisa dialokasikan untuk me-rescue masyarakat kecil yang saat ini sangat membutuhkan," ujarnya.
Ganjar menegaskan, usulan itu tidak diperuntukkan bagi seluruh ASN di Indonesia. Namun ASN golongan I atau II, harus tetap diberikan pendapatannya secara utuh.
"Yang harus dipotong saya kira yang sudah golongan III ke atas, apalagi mereka yang sudah menempati jabatan penting. Saya minta usulan ini benar-benar dipertimbangkan agar secara nasional kita aware terhadap persoalan ini," katanya.
Editor: Kastolani Marzuki