Gali Pekarangan, Warga Kendal Temukan Susunan Batu Mirip Candi Peninggalan Abad ke-7
“Salah satu titik bangunan candi berupa tumpukan batu bata atau boto tumpang dengan luas perkiraan 24x24 meter persegi dan ketinggian mencapai 3-4 meter. Penggalian sempat terhenti pada 2020 karena terdampak pandemi Covid-19 sehingga diteruskan pada 2021,” kata Agustijanto.
Menurutnya, bentuk candi ada tangga masuk, ketinggian dari lantai hampir tiga meter karena di bagian pesisir pantai kebanyakan candi berupa boto tumpang.
“Jika dilihat profilnya/ ada bangunan setengah lingkaran yang mirip dengan Candi Batujaya Karawang yang sudah diteliti pada 2000 dimungkinkan sama yaitu abad ke-6 atau 7 sudah ada kerajaan keling atau Kalingga dengan Ratu Shima,” katanya.
Dengan penemuan ini, pihaknya mengajak pemerintah daerah kendal duduk bersama agar peninggalan sejarah ini bisa dilestarikan.
“Harapannya bisa dipugar dan dilestarikan dan dibuat wisata budaya yang unik ini adalah candi pra Mataram yan dijadikan sebagai tempat stupa pemujaan pada zamannya,” ujarnya.
Selain di Rowosari, Puslitarkenas juga menemukan dan menggali beberapa titik temuan candi di Trisobo Kecamatan Boja dan Tegalsari Kecamatan Kangkung.
Kompleks tersebut kini menjadi cagar budaya situs boto tumpang yang dilindungi oleh Undang-Undang RI Nomor 11 tahun 2010 tentang cagar budaya oleh Balai Pelestarian Cagar Budaya Jawa Tengah.
Editor: Ahmad Antoni