Evakuasi Cross Girder yang Terputus di Jembatan Kalikuto Ditunda
Muhammad sebelumnya mengatakan, cross girder atau balok penyangga struktur jalan yang terbuat dari plat besi pada Jembatan Kalikuto lantaran ketidakstabilan crane saat proses pergantian kabel kawat penyangga. Crane yang digunakan tidak kuat menahan cross girder yang beratnya mencapai 30 ton. Sebelum jatuh ke sungai, alat crane sempat bergetar tak stabil hingga akhirnya cross girder terempas jatuh dan menyebabkan kabel kawat penyangganya terputus.
“Kawat penyangga ini sifatnya masih temporary dan belum permanen. Crane tidak mampu menahan cross girder selama proses pergantian kawat. Crane sempat bergerak tak stabil hingga beton penyangga itu jatuh dan menyebabkan kawatnya ikut terputus setelah terkena efek kejut. Karena kawat penyangga ini tidak didesain untuk menahan efek kejut itu,” kata Muhammad.
Akibat kejadian ini proses pembangunan Jembatan Kalikuto dihentikan sementara. Pembangunan proyek tol Jembatan Kalikuto ditargetkan selesai pada akhir Agustus 2018. Tol yang sempat digunakan untuk arus mudik Lebaran lalu ini diharapkan dapat dioperasikan untuk lalu lintas kendaraan pada Oktober mendatang.
Editor: Maria Christina