Eksekusi Bangunan Kios di Grobogan Ricuh, Warga Ngamuk dan Adang Pekerja
Sementara sebuah kios kopi yang masih tersisa ini kemudian dilepas dan disingkirkan warga secara bersama-sama.
Menurut warga, penggusuran ini merupakan dampak dari laporan seorang pengusaha kios modern yang kini baru dalam proses pembangunan, di mana kios pedagang pinggir jalan ini dianggap menutupi bangunan kios yang tengah dibangun.
Sementara itu, Kepala Bidang Penegakan Hukum Perda Jateng Tabayanu membenarkan bahwa penggusuran dan penataan lahan ini merupakan bentuk dari pelaporan warga.
Pihak Satpol PP Jateng telah melayangkan surat teguran sebanyak tiga kali kepada para pedagang dan pemilik kios di sepanjang pasar tradisional Sulursari ini namun tidak diindahkan.
Hingga akhirnya petugas melakukan tindakan tegas dengan menggusur sebanyak tujuh kios yang ada di depan bangunan kios baru.
Satpol PP dan Dinas Pekerjaan Umum Jateng mengaku sudah berkoordinasi dengan pihak Perhutani untuk memberikan lahan kepada para pedagang yang terkena gusuran.
Mereka rencananya akan diberi lahan di belakang terminal Sulursari yang lokasinya lebih luas. Bahkan lahan ini bisa dimanfaatkan para pedagang untuk pembuatan lahan wisata kuliner baru.
Eksekusi banguna kios akhirnya bisa berlangsung hingga akhir. Meski demikian, para pedagang tetap menolak untuk direlokasi di tempat baru ini.
Editor: Ahmad Antoni