Dramatis! Detik-Detik Evakuasi Syafiq Ridhan Pendaki Hilang di Gunung Slamet
Budiono menyebut, saat jenazah pertama kali ditemukan, kabut tebal dan cuaca buruk memaksa tim SAR menunda evakuasi. Evakuasi baru dapat dilakukan pada Kamis pagi sekitar pukul 07.00 WIB. Dengan peralatan seadanya, tim SAR gabungan bahu-membahu menuruni lereng dan mengangkat jenazah korban dari dasar jurang menggunakan tandu manual.
Proses tersebut memakan waktu cukup lama karena medan yang licin dan jalur sempit. Namun, cuaca yang mulai cerah membantu kelancaran evakuasi hingga akhirnya jenazah berhasil dibawa turun.
Sekitar pukul 14.30 WIB, jenazah pendaki hilang di Gunung Slamet tiba di Basecamp Gunung Malang, Purbalingga, dan langsung diserahkan kepada pihak berwenang untuk proses selanjutnya.
"Alhamdulillah Kondisi jenazah saat ditemukan masih utuh sehingga mudah untuk dikenali. Untuk penyebab meninggalnya korban dari pihak rumah sakit Goeteng Purbalingga yang akan merilisnya," ujar Budiono.
Dia juga menyampaikan apresiasi kepada seluruh unsur SAR dan relawan yang terlibat dalam pencarian dan evakuasi korban.
"Kami apresiasi tinggi kepada seluruh tim SAR gabungan dan relawan yang masih terus berusaha untuk mencari dan akhirnya bisa menemukan saudara Ali apapun keadaannya sehingga almarhum bisa dikebumikan secara layak oleh keluarga,” ujarnya.
Peristiwa ini menjadi pengingat penting bagi para pendaki untuk selalu mematuhi jalur resmi, memperhatikan kondisi cuaca, serta mengutamakan keselamatan saat melakukan aktivitas pendakian.
Editor: Donald Karouw