Diresmikan Menteri PUPR, Flyover Purwosari Bisa Digunakan Masyarakat
Wali Kota FX Hadi Rudyatmo (Rudy) menambahkan, jalan layang diperuntukkan bagi kendaraan roda dua dan roda empat. "Kendaraan berat tidak boleh melintas di jalan ini," ujar Rudy. Ia mengenang Flyover Purwosari sebagai karya terakhirnya sebelum purnatugas dari jabatan Wali Kota Solo, 17 Februari 2021.
Terlebih, peresmian jalan layang ini bertepatan dengan hari ulang tahunnya ke-61. Flyover Purwosari dibangun mulai 8 Februari 2020 oleh PT Wijaya Karya dengan anggaran tahun 2020 dan 2021 sebesar Rp114,18 miliar. Pengerjaan konstruksi ditargetkan rampung pada April 2021 namun berhasil diselesaikan dua bulan lebih cepat.
Flyover Purwosari sempat dibuka untuk uji coba pada 21-26 Desember 2020. Setelah masa uji coba, flyover kembali ditutup untuk pengerjaan minor. Seperti pengecatan marka jalur lambat, penyelesaian kerb, pemasangan pagar pengaman di atas rel kereta api, pemasangan lampu penerangan jalan umum (PJU) di jalur lambat, dan pekerjaan lainnya.
Pada bagian kolong barat Flyover Purwosari terdapat skate park yang dapat dimanfaatkan warga untuk bermain skateboard. Direktur Utama PT Wijaya Karya, Agung Budi Waskita mengatakan di flyover ini terdapat dua patung penari gambyong, masing-masing di bagian barat dan timur jalan, sebagai simbol ucapan selamat datang bagi pengguna jalan yang memasuki Kota Solo.
Kedua patung sekaligus sebagai ikon Flyover Purwosari. “Kami juga berikan menempatkan motif batik kawung, ceplok, dan lereng, selain untuk mempercantik juga sekaligus sarana edukasi masyarakat tentang motif batik yang ada di Kota Solo," kata Agung.
Editor: Ary Wahyu Wibowo