Diduga karena Tolak Cinta, Perempuan Ini Diteror Orderan Fiktif 1 Ton Anggur
Merasa tak nyaman dengan kondisi tersebut, Titik pun melapor ke Polsek Kangkung. Namun kasus teror orderan fiktif ini masih terus terjadi. Untuk sementara waktu, Titik pun mengungsi ke rumah kerabatnya untuk menenangkan diri.
Salah satu kerabat, Sri Murtuti alias Bunda Gendis mengatakan, Titik sempat depresi. Diketahui, Titik juga menjadi korban teror. Foto dirinya diunggah peneror di media sosial.
"Dia (Titik) itu sempat depresi. Saya bantu untuk lapor ke polsek sampai ke polda. Terus teranglah kasian dia," kata Bunda Gendis.
Kepala Desa Jungsemi, Dasuki menjelaskan teror order fiktif ini diduga dilakukan orang yang sakit hati kepada Titik. Dasuki yang pernah membantu menyelesaikan kiriman pesanan fiktif ini juga menjadi korban teror. Foto istrinya diunggah ke media sosial dengan mencantumkan nomor telepon dirinya.
"Setelah saya konfirmasi ke korban (Titik) ternyata dulu pernah ada perselihan pas kerja di Semarang," kata Dasuki.
"Entah soal apa, nah itu dia (pelaku) ditero. Saya juga karena bantu Titik juga ikut diteror," ujarnya lagi.
Editor: Nani Suherni