Dianggap Berkhianat pada PDIP di Pilkada, Bupati Semarang dan Putranya Terancam Dipecat
"Padahal awalnya anaknya Pak Mundjirin kita tawari maju sebagai calon wakil, nggak boleh. Tahu-tahu istrinya maju," ujar pria yang akrab disapa Bambang Kribo ini.
Sementara, anak Mundjirin, Biena Munawa Hatta yang juga kader PDI Perjuangan dan kini menjabat anggota DPRD Kabupaten Semarang.
"Anaknya kami beri ruang dengan menjadi anggota dewan karena percaya akan mendukung rekom. Kalau begini kan namanya tidak mendukung rekomendasi," katanya.
Sementara di Blora, kader PDI Perjuangan yang juga anggota DPRD setempat, Dwi Astutiningsih justru maju Pilkada Serentak 2020 melalui Partai Demokrat.
Padahal, PDIP memberikan rekomendasi pada Arief Rohman - Tri Yulisetyowati untuk maju di Pilkada Blora.
Dia menegaskan, yang bersangkutan jelas tidak tunduk pada perintah partai. Posisi sebagai legislator akan diganti melalui mekanisme pergantian antar waktu (PAW).
"Nanti kita pecati semua. Enak aja, sudah 10 tahun merasakan harkat martabat dari PDI Perjuangan, pindah begitu saja. Kan etikanya nggak ada," katanya.
Editor: Maria Christina