Get iNews App with new looks!
Mode Gelap
Advertisement
Aa Text
Share:
Read Next : Viral Kematian dr Myta Aprilia Azmy, IKA FK Unsri Sebut Ada Beban Kerja Tak Manusiawi
Advertisement . Scroll to see content

Data Covid-19 Pusat dan Daerah Sering Beda, Ini Penjelasan Wamenkes

Selasa, 09 Maret 2021 - 18:42:00 WIB
Data Covid-19 Pusat dan Daerah Sering Beda, Ini Penjelasan Wamenkes
Ilustrasi Covid-19. (Foto: Antara)
Advertisement . Scroll to see content

JAKARTA, iNews.id - Data Covid-19 dari Kementerian Kesehatan (Kemenkes) dengan data di daerah seringkali berbeda. Perbedaan data Covid tersebut mendapat perhatian dari Wakil Menteri Kesehatan (Wamenkes), Dante Saksono Harbuwono.

Sebelumnya, Wamenkes mengatakan bahwa data terbaru sampai tanggal 7 Maret kemarin bahwa rata-rata kasus terkonfirmasi adalah 6.433 per hari. Kemudian, rata-rata kasus meninggal 157 orang per hari.

“Sementara rata-rata case fatality adalah 2,71. Ini masih lebih tinggi daripada angka rekomendasi dunia yaitu 2,2. Kemudian rata-rata jumlah testing per hari 31.850, kemudian rata-rata case positivity ratenya masih di angka 21,98,” kata Dante dalam dialog  Rakornas Penanggulangan Bencana Tahun 2021 secara virtual, Selasa (9/3/2021).

Menurutnya, data-data tersebut merupakan data kumulatif yang dilakukan di tingkat pusat dalam hal ini Kemenkes. “Ini adalah data kumulatif yang kita lakukan di tingkat pusat. Tetapi tentu di tingkat daerah melakukan juga kompilasi data,” katanya.

Lalu, bagaimana mengatasi perbedaan data antara pusat dan daerah? “Yang kita lakukan untuk memberikan ruang supaya rekonsiliasi ini akan terjadi di tingkat pusat dan daerah adalah mencocokkan data yang ada di daerah dengan pusat. Sehingga pelaporan data data tersebut menjadi lebih baik,” kata Dante.  

Follow WhatsApp Channel iNews untuk update berita terbaru setiap hari! Follow

Related News

 
iNews Network
Kami membuka kesempatan bagi Anda yang ingin menjadi pebisnis media melalui program iNews.id Network. Klik lebih lanjut