Get iNews App with new looks!
Mode Gelap
Advertisement
Aa Text
Share:
Read Next : Sikat Begal dan Kreak, Polda Jateng Gelar Operasi Kejahatan Jalanan di Semarang
Advertisement . Scroll to see content

Curhat Tuna Rungu di Masa Pandemi, Susah Baca Gerak Bibir

Kamis, 04 Maret 2021 - 20:58:00 WIB
Curhat Tuna Rungu di Masa Pandemi, Susah Baca Gerak Bibir
Ilustrasi Covid-19 (Foto: BNPB).
Advertisement . Scroll to see content

SEMARANG, iNews.id – Edukasi protokol kesehatan belum efektif bagi penyandang difabel tuna rungu di Kota Semarang. Mereka tidak bisa membaca gerak bibir petugas kesehatan atau lawan bicara karena tertutup masker.

“Kawan-kawan difabel tuli mengalami kesulitan berkomunikasi saat pandemi Covid-19, karena para petugas kesehatan selalu memakai masker. Sehingga menyulitkan untuk membaca gerak bibir lawan bicara,” kata Ketua Gerakan Kesejahteraan Untuk Tuna Rungu Indonesia (Gerkatin) Kota Semarang, Mahendra Teguh Priswanto, Kamis (4/3/2021). 

Menurutnya, banyak difabel tuna rungu yang belum mendapatkan informasi detail penerapan protokol kesehatan. Sebab, petugas kesehatan sangat minim yang bisa menggunakan bahasa isyarat. Sehingga para difabel hanya mengandalkan gerak bibir untuk berkomunikasi.

Padahal sesuai anjuran pemerintah, masyarakat diminta menerapkan 3M. Yakni mencuci tangan pakai sabun, menjaga jarak, dan memakai masker, untuk mencegah penyebaran Covid-19. Persoalan muncul karena difabel tuna rungu tak bisa membaca gerak bibir karena tertutup masker. 

“Misalnya terkait vaksinasi Covid-19, kawan-kawan tuli juga butuh informasi yang jelas. Tetapi sampai saat ini masih mengalami kesulitan atau hambatan dalam berinteraksi dan berkomunikasi dengan para petugas kesehatan yang rata-rata belum bisa menggunakan isyarat,” katanya.

Follow WhatsApp Channel iNews untuk update berita terbaru setiap hari! Follow

Related News

 
iNews Network
Kami membuka kesempatan bagi Anda yang ingin menjadi pebisnis media melalui program iNews.id Network. Klik lebih lanjut