Curhat Kesulitan PJJ Selama Pandemi, 2 Siswa di Batang Dapat Kejutan dari Bupati
“Satu keluarga yang punya gawai hanya ayah, itu pun dibawa kalau berangkat kerja. Jadi selama satu tahun ini ketinggalan materi pembelajaran,” jelasnya.
Tak jauh berbeda diungkapkan Nadia Rasya Kusmawati yang orang tuanya menjadi buruh menjahit. Dirinya bersyukur karena gawai dan laptop bisa untuk belajar daring.
Bupati Batang Wihaji mengatakan, kedua anak ini merupakan potret belasan hingga puluhan pelajar di Batang yang mengalami kesulitan dalam sistem pembelajaran jarak jauh.
“Dari curhat (curahan hati) mereka, sebenarnya sudah bosan PJJ. Kalau PJJ katanya susah untuk dipahami dan ada kerinduan untuk membentuk karakter. Saya juga berikan pemahaman dampak pandemi Covid-19 belum usai dan harap bersabar,” kata Wihaji.
Bupati juga menyebut beberpa SD dan SMP yang masuk dalam zona hijau Covid-19 sudah mulai pembelajaran tatap muka (PTM). Dengan catatan harus menjalankan protokol kesehatan yang ketat.
Editor: Ary Wahyu Wibowo