Get iNews App with new looks!
Mode Gelap
Advertisement
Aa Text
Share:
Read Next : Beli Sajam Corbek via Instagram, Pelajar 16 Tahun di Semarang Ditetapkan sebagai Pelaku Anak
Advertisement . Scroll to see content

Curah Hujan Tinggi, Waspadai Banjir dan Longsor Sejumlah Daerah di Kabupaten Semarang

Selasa, 15 Desember 2020 - 10:58:00 WIB
Curah Hujan Tinggi, Waspadai Banjir dan Longsor Sejumlah Daerah di Kabupaten Semarang
BPBD Kabupaten Semarang dan jajaran Forkompinda saat mengecek peralatan penanganan bencana di Mapolres Semarang. (Istimewa)
Advertisement . Scroll to see content

SEMARANG, iNews.id  - Curah hujan di wilayah Kabupaten Semarang, Jawa Tengah, dalam beberapa hari ke depan diprakirakan masih tinggi. Sejumlah daerah dinyatakan rawan terjadi tanah longsor, banjir serta angin kencang.

Kepala Pelaksana Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Semarang, Heru Subroto mengatan, memasuki musim penghujan, BPBD langsung melakukan langkah kesiapsiagaan. Langkah ini dilakukan untuk memudahkan koordinasi dan langkah penanganan jika sewaktu-waktu terjadi bencana.

"Dari hasil inventarisasi, setidaknya ada sejumlah wilayah kecamatan yang dinyatakan rawan bencana banjir dan tanah longsor. Adapun kecamatan yang dinyatakan rawan banjir meliputi Ambarawa dan Ungaran," katanya, Selasa (15/12/2020). 

Sedangkan tanah longsor berpotensi terjadi dibeberapa desa di Kecamatan Ungaran Ungaran Barat, Bergas, Bawen, Pringapus, Bandungan, Sumowono, Jambu, Getasan dan Pringapus. Kemudian, Kecamatan Ambarawa dan Banyubiru dinyatakan rawan banjir dan tanah longsor.

Guna kesiapsiagaan jika sewaktu-waktu terjadi bencana alam, kata Heru, BPBD Kabupaten Semarang telah menyiapkan posko terpadu. Selain itu, BPDB secara berjenjang melalui camat dan kepala desa mengimbau kepada masyarakat untuk meningkatkan kewaspadaan.

Follow WhatsApp Channel iNews untuk update berita terbaru setiap hari! Follow

Related News

 
iNews Network
Kami membuka kesempatan bagi Anda yang ingin menjadi pebisnis media melalui program iNews.id Network. Klik lebih lanjut