Culik Calon Mempelai hingga Menahan Buang Air, Ini Deretan Tradisi Unik Pernikahan di Indonesia
Mappasikarawa mempertemukan kedua pengantin dengan cara membawa pengantin pria hingga pintu masuk kamar pengantin wanita yang tentunya dijaga oleh pihak keluarga. Saat berada di depan pintu, terdapat aksi tarik-menarik pintu yang dilakukan oleh kedua mempelai.

Pihak suami juga akan menyerahkan seserahan seperti uang logam, uang kertas, dan gula agar dapat memasuki pintu. Dalam upacara tersebut, mempelai pria diharuskan menyentuh beberapa bagian tubuh tertentu mempelai wanita, seperti telinga, pundak, kerongkongan dan dada.
Setiap proses sentuhan memiliki makna tersendiri. Ketika menyentuh telinga artinya ada harapan kelak istri senantiasa mendengarkan perkataan suami. Menyentuh kerongkongan, simbol bahwa suami akan menjamin rezeki yang diberikan kepada keluarga adalah rezeki yang halal.
Kemudian menyentuh pundak berarti kedua mempelai siap untuk bahu membahu membangun rumah tangga. Sementara menyentuh dada bermakna harapan agar diberikan keturunan yang saleh dan salehah.
Tradisi pernikahan yang dilakukan masyarakat Aceh mengandung beberapa unsur kekeluargaan dan penghormatan terhadap Tuhan dan sesama manusia. Terdapat tujuh rangkaian prosesi pernikahan yang dilakukan oleh masyarakat Aceh, antara lain: