Ciu Bekonang, Semerbak Aroma Alkohol Melegenda sejak Zaman Kolonial Belanda
Setelah menjelaskan maksud kedatangan media ini, Rimin pun mengizinkan untuk melihat dari dekat tempat dimana dirinya memproduksi Ciu. Terlihat sebuah penyulingan yang dibuat dari drum bekas, berjejer rapih. Layaknya sehuah pabrik besar, disini pun ada tempat penyulingan tetes tebu, bahan utama untuk dibuat menjadi Ciu atau alkohol. Tetes tebu merupakan limbah yang berasal dari produksi tebu di pabrik gula.
"Proses fermentasi kurang lebih 5-6 hari. Saat fermentasi tetes tebu, cairan tetes tebu ini akan mengeluarkan reaksi dengan munculnya gelembung dan suara mendesis,"papar Rimin, Minggu (22/11/2020). Jika suara mendesis hilang, tahap pembuatan ciu ketahap berikutnya, dimana Ciu dimasak atau disuling untuk menghasilkan ciu.
"Cara fermentasi penyulingan itu menggunakan tembaga seperti spiral, dimana didalam drum ini berisi air. Fungsi air itu sendiri untuk pendinginan,"katanya. "Uap akan mengalir melalui selang dan menghasilkan ciu dengan kadar 30-35 persen," ujarnya.
Menurut Rimin, kadar alkohol di dalam Ciu berbeda-beda. Bila cairan etanol murni mencapai 90 persen, bio-eranol sekira 99,5 persen. Sedangkan Ciu sendiri itu sekira 35 persen. Kebanyakan orang tahunya hanya Ciu yang diproduksi di dukuh Sentul ini. Padahal, di dukuh Sentul ini setiap harinya memproduksi cairan medis ini.
Meski pun ada pekerjaan sambilan yang dilakukan warga yaitu membuat Ciu. Warga kerap menyuling sisa-sisa cairan etanol yang dicampur dengan tetesan tebu.Hasil penyulingan sisa etanol inilah yang biasanya gemar diminum banyak orang sampai mabuk.