Cerita Anak Petani hingga Penjual Bakpao Berjuang Ikuti Seleksi Bintara TNI AD
Senada juga diungkapkan oleh Hermanto. Dia mengaku sejak kecil bercita-cita menjadi prajurit TNI AD. Hermanto merupakan anak pasangan Sutadi (41) dan Supiati (39). Kedua orang tuanya bekerja sebagai petani dan buruh tani.
Hermanto menyebutkan bahwa penghasilan orang tuanya sebagai buruh tani tak menentu kurang lebih Rp700.000 per bulan. Kondisi inilah yang membuat Hermanto termotivasi mengikuti seleksi caba TNI AD di Panda Kodam IV Diponegoro.
“Saya ingin membahagiakan orang tua, menjunjung derajat orang tua di mata masyarakat. Karena saya sejak kecil bercita-cita jadi prajurit TNI AD,” kata remaja kelahiran Kebumen ini.
Seperti halnya Nur Ali, Hermanto juga melakukan berbagai persiapan fisik agar bisa lolos seleksi Caba TNI AD. “Persiapan saya mengikuti les bimsik (bimbingan fisik), setiap hari latihan fisik lari jogging, sit up, pull up, push up,” ujarnya.
Keinginan membahagiakan kedua orang tua juga disampaikan Dedi Setiaawan. Peserta seleksi asal Yogyakarta ini bertekat bisa lolos seleksi Caba TNI AD dengan melakukan persiapan matang.