Cegah Radikalisme, JPNU Siap Bersatu Padu Menangkan Jokowi-Ma'ruf Amin
Muslikh, juga menyatakan, bahwa sosok pemimpin yang baik adalah yang baik bagi dirinya dan keluarganya. Menurutnya, Jokowi sudah memenuhi kriteria itu. "Saya berani bicara apa adanya. Yang penting bukan hoaks, dan bisa dipertanggungjawabkan," katanya.
Koordinator Jaringan Perempuan Nahdlatul Ulama (JPNU) Jawa Tengah Khizanaturrahmah menambahkan, hilangnya ancaman radikalisme, juga akan menyelamatkan berbagai ajaran NU, seperti tahlilan, manakiban, dan lainnya. "Karena selama ini ajaran-ajaran NU sering dibid'ah kan. Jadi kita harus bersatu padu memenangkan Pak Jokowi, Kiai Ma'ruf," katanya.
Karena itu, kata Khizana, keterlibatan perempuan NU ini demi mengamankan ajaran Ahlussunnah Waljamaah An Nahdliyah. "Saat ini radikalisme mengancam sendi-sendi kehidupan. NU dibutuhkan untuk amankan dari bahaya radikalisme itu," katanya.
Sosok KH Ma'ruf Amin, kata dia, menjadi sosok yang bisa diandalkan untul menangkal adanya aliran-aliran radikalisme tersebut. "Kapasitas beliau sudah tidak usah dipertanyakan. Karena di NU dia sebelumnya adalah Rois Aam," katanya.
Menurut Khizana, hingga kini masih banyak pemilih yang bimbang dalam menentukan pilihan. Mayoritas merupakan kaum perempuan. "Masih ada 17 persen yang belum menentukan pilihan. Tentu ini juga harus kita garap," tandasnya.
Khusus warga NU, Khizana menegaskan, warga NU harus bersatu padu dalam ikatan. "Jangan tengok kanan-kiri meski banyak berita hoaks," katanya.
Editor: Kastolani Marzuki