Buntut Kasus Pencurian, Putri Keraton Solo Dilaporkan ke Polisi atas Dugaan Penganiayaan
Korban kemudian mengecek lokasi di depan Sasono Nalendra dan Keputren, di sana korban melihat ada rombongan LDA Keraton Solo yang dipimpin Gusti Moeng sekira pukul 18.00 WIB.
"Kurang lebih pukul 21.00 WIB, korban bertemu dengan GKR TR beserta rombongannya. Korban yang berusaha mengingatkan rombongan TR agar keluar dan menutup pintu besar menuju Jolotundo justru diteriaki," ujarnya.
Saat bertemu GKR TR beserta rombongannya itulah, penganiayaan terjadi. Korban sempat didorong dan ditampar pipinya sebelah kiri oleh GKR TR disertai ucapan kalimat-kalimat bernada marah.
"Atas insiden itu, korban sudah membuat aduan ke kepolisian dengan bukti penerimaan pengaduan nomor: STB/920/XII/2022/ Reskrim. Kami akan tetap mengawal kasus ini dan akan melanjutkan sesuai proses hukum yang berlaku," katanya.
Sementara itu menurut paman TR, Edi Wirabhumi, pencurian di kompleks keraton juga pernah terjadi sekitar dua pekan lalu. Beberapa barang diketahui hilang akibat pencurian itu. "Jumlah cukup banyak. Piring ada satu set piring, satu set sendok, satu set gelas," ujarnya.