Bukan Empon-Empon, Warga Gunungkidul Racik Teh Minti yang Dipercaya Tangkal Korona
Paskamasuknya virus korona di Indonesia, Aisyah mengaku teh minti buatannya laris diserbu warga. Dalam sehari, dia mampu menjual 200 bungkus. Padahal biasanya hanya 40 bungkus per hari.
"Selama dua pekan ini, pembelian jamu herbal laku keras. Itu meningkat tajam," ucapnya, Kamis (5/3/2020).
Di rumah jamunya, Aisyah menjual 12 bungkus teh minti dengan harga Rp30.000.
Sementara itu, salah seorang konsumen teh minti Retno Wahyuni mengatakan, sudah mengonsumsi teh herbal tersebut sejak setahun terakhir. Dia pun merasa tubuhnya tidak mudah sakit setelah rutin meminum teh minti.
"Kurang lebih sudah satu tahun lebih minum sih. Rasanya ya jarang kena masuk angin. Badan tuh rasanya anget terus. Enggak ada keluhan," kata Retno.
Editor: Nani Suherni