Bubur India, Menu Khas Takjil Ramadan Lebih Seabad Disajikan di Masjid Pekojan Semarang
Dia menceritakan, Bubur India dibawa oleh orang-orang asli India yang merupakan pedagang dan pendakwah bermukim di Semarang.
"Berdagang permata, emas, dan batu. Mereka bersinggah di Masjid Pekojan, dan memberikan resep rempah-rempah. Sampai sekarang diwariskan," ujarnya.
Dirinya merupakan takmir masjid merupakan periode keempat. Sehingga, bubur India ada sudah 100 tahun lamanya. "Dari musafir India itu," ungkapnya.
Bahan baku bubur India datang sendirinya dari masyarakat. "Anak-anak mereka tahu, dan sampai generasi sekarang sesuai kemampuan masyarakat," katanya.
Untuk menjaga tradisi, proses memasak Bubur India menggunakan bahan bakar kayu agar bara api stabil. Karena tungkunya terbuat dari tembaga. "Pernah menggunakan gas, tapi bisa maksimal apinya dan tidak jadi," ujar dia.