Brobosan, Tradisi Berjalan di Bawah Keranda Jenazah Khas Masyarakat Jawa
Berjalan di bawah keranda yang diangkat empat orang di masing-masing ujung dilakukan sebelum jenazah diberangkatkan ke makam.
Tradisi brobosan ini dilakukan oleh anak cucu jenazah yang bersangkutan. Masing-masing dari mereka berjalan di bawah keranda jenazah sebanyak tiga kali.
Brobosan dimulai dari sebelah kanan jenazah, berbalik atau berputar ke depan dan masuk lagi dari sisi kanan. Ada Sebagian masyarakat yang meyakini semakin banyak melakukan tradisi brobosan maka semakin baik.
Selain dimaksudkan untuk menghormati sosok yang meninggal, brobosan juga juga diyakini masyarakat bisa menghadirkan tuah alias berkah bagi yang melakukannya.
Terlebih jika yang meninggal merupakan orang yang usianya panjang. Maka, anak cucu yang melakukan brobosan diyakini akan mewarisi berkah usia panjangnya. Jika sosok yang meninggal merupakan orang cerdas, maka ilmunya diyakini bisa diserap para anak cucu yang melakukan brobosan.
Editor: Komaruddin Bagja