Bocah 8 Tahun Asal Salatiga Tidak Bisa Jalan Sejak Kecil akibat Terkena Virus
“Saya tidak sedih, justru saya tegar karena melihat anak ini seperti anak biasa. Saya juga memperlakukan anak saya seperti anak normal seperti biasa. Jadi dia saya ajak sosialiasasi terus biar dia tahu dunia luar, jadi dirinya tidak kejang,” ujarnya.
Mei juga mengasuh dan memberikan pembelajaran untuk anaknya. Benedictus terus diberi semangat dan dukungan agar semangat dirinya tetap baik dan tidak down.
“Anak ini terus saya dorong, beri semangat. Kedekatan bersama saya terbangun dengan baik. Interaksi dan komunikasi juga intens saya lakukan,” ucapnya.
Bapak Benedictus, Jhon mengaku ikhlas dan terus semangat meskipun melihat kondisi anaknya seperti ini.
“Saya hanya bekerja serabutan, kadang menjadi tukang memperbaiki listrik, memperbaiki sanyo, seadanya kerjaan saya kerjakan. Melihat anak seperti ini, saya tidak malu, anak adalah sebuah titipan, maka saya akan merawat anak ini dengan sebaik-baiknya,” ucapnya.