BNPB Terjunkan Ratusan Personel hingga Bawa Alat Berat Cari 20 Korban Longsor Cilacap
Suharyanto menegaskan pencarian dan pertolongan (SAR) menjadi hal paling mendesak. Laporan awal menunjukkan 20 warga masih hilang, diduga tertimbun longsor. Sementara itu, tiga korban telah ditemukan meninggal dunia.
Dalam operasi SAR, sekitar 200 personel gabungan dari Basarnas, BPBD, Tagana, PMI, TNI, Polri, relawan dan warga terlibat aktif.
“Kurang lebih ada 200 personel. Semoga seluruh masyarakat yang hilang dapat segera ditemukan. Kami datangkan alat berat, pompa alkon, dan warga di sekitar situ juga kami pastikan kebutuhan dasarnya tercukupi,” kata Suharyanto.
Selain personel, BNPB mengerahkan alat berat untuk mempercepat proses pencarian di titik-titik yang sulit dijangkau.
Selain penanganan darurat, BNPB menilai beberapa titik tempat tinggal warga berada di zona kritis dan harus segera dikosongkan. Saat ini terdapat 28 rumah yang masuk wilayah rawan longsor susulan.
Upaya relokasi akan dilakukan setelah fase tanggap darurat selesai. Pemerintah Kabupaten Cilacap telah menyiapkan lahan yang lebih aman untuk pemukiman baru.
“Ada 28 rumah yang harus direlokasi. Itu pun pemerintah daerah telah menyiapkan lokasi relokasinya. Sehingga setelah proses tanggap darurat ini selesai, relokasinya sudah kita siapkan. Kita ungsikan dulu yang berada di titik-titik rawan supaya meninggalkan rumah jangan sampai ada longsor susulan yang mengakibatkan korban tambahan,” katanya.
Editor: Donald Karouw