Benarkah Air Galon Isi Ulang Bahaya bagi Ibu Hamil dan Anak? Ini Penjelasan Praktisi Kesehatan
“Kebutuhan energi saat kehamilan rata-rata meningkat 300 kalori perhari. Sementara, manusia memerlukan 1-1.5 mililiter air per kalori yang dikonsumsi. Itu artinya, ibu hamil memerlukan setidaknya 300 mililiter asupan air tambahan atau minimal 8-10 gelas setiap harinya,” jelasnya.
Dia mengatakan, asupan air mineral yang cukup bagi ibu hamil ini diperlukan untuk penyerapan optimal dari vitamin yang larut dalam air, yang meliputi asam askorbat, asam nikotinik, riboflavin, vit.B12 (thiamin), dan vit.B6 (piridoksin).
Air juga melakukan beberapa fungsi tambahan di dalam tubuh seperti bentuk dan struktur pada sel; mengatur suhu tubuh, membantu pencernaan dan penyerapan nutrisi, mengangkut nutrisi dan oksigen ke sel, bertindak sebagai pelarut vitamin, mineral, glukosa, dan asam amino, menyediakan dasar untuk reaksi kimia, menghilangkan produk limbah; dan merupakan komponen utama dari lendir dan cairan pelumas lainnya.
“Jadi, kebutuhan cairan secara umum akan meningkat selama kehamilan untuk mendukung sirkulasi janin, cairan ketuban, dan volume darah yang lebih tinggi,” katanya.
Dia juga menegaskan mineral seperti fluoride yang terdapat dalam air mineral seperti halnya air kemasan galon guna dapat membantu perkembangan gigi dan tulang pada janin yang sedang tumbuh. Sedang air yang sudah tercemar timbal dapat mengakibatkan aborsi spontan, penurunan tinggi badan, dan defisiensi perkembangan saraf janin yang sedang tumbuh.