Get iNews App with new looks!
Mode Gelap
Advertisement
Aa Text
Share:
Read Next : Kebijakan Kita Goes to Campus di UGM, Mahasiswa Diajak Hidupkan Kembali Dialog Kritis
Advertisement . Scroll to see content

Benarkah AC Bisa Tingkatkan Risiko Infeksi Covid-19? Ini Kata Pakar Epidemiologi UGM

Kamis, 09 April 2020 - 16:31:00 WIB
Benarkah AC Bisa Tingkatkan Risiko Infeksi Covid-19? Ini Kata Pakar Epidemiologi UGM
Pakar Epidemiologi Penyakit Infeksi Universitas Gadjah Mada (UGM), Hari Kusnanto Josef. (Foto: iNews.id/Kuntadi)
Advertisement . Scroll to see content

Di Wuhan, kata dia, ada keluarga yang diketahui positif Covid-19 makan di sebuah restoran ber-AC. Setelah dilakukan contact tracing terhadap orang yang berada di restoran, tidak ditemukan adanya penularan virus corona. Baik pengunjung maupun staf restoran dinyatakan negatif Covid-19.

Hari menyampaikan ruangan tertutup dengan sirkulasi udara yang terbatas dapat meningkatkan risiko penyebaran virus. Guna meminimalisasi hal tersebut, dia menyarankan masyarakat untuk membuka jendela-jendela agar sirkulasi dan ventilasi meningkat.

“Usahakan jendela-jendela dibuka sehingga ada pergantian udara, tidak hanya muter terus udaranya,” ujarnya.

Covid-19, kata Hari, tidak memiliki kemampuan bertahan hidup lama di udara. Virus hanya bisa bertahan di udara rata-rata selama 30 menit. Berbeda halnya dengan di permukaan benda yang mampu bertahan selama berhari-hari.

“Jadi pakai AC di rumah itu tidak masalah. Tidak usah khawatir selama tidak ada keluarga yang positif ataupun melakukan kontak dengan yang terinfeksi Covid-19,” katanya.

Untuk mencegah penularan, terpenting melakukan physical distancing dengan berdiam diri di rumah. Kemudian, rajin mencuci tangan dengan sabun, dan gunakan masker jika terpaksa keluar rumah.

Editor: Maria Christina

Follow WhatsApp Channel iNews untuk update berita terbaru setiap hari! Follow

Related News

 
iNews Network
Kami membuka kesempatan bagi Anda yang ingin menjadi pebisnis media melalui program iNews.id Network. Klik lebih lanjut