Belasan Siswa SD Ngadiwarno Kendal Keracunan Permen Jeli Stik
"Kami sudah sering mengingatkan untuk murid-murid agar tidak membeli jajan sembarangan. Kami juga sudah menunjukan bentuk bahwa makanan yang berbahaya seperti apa kepada murid-murid," katanya.
Siti mengatakan, pedagang yang menjual permen itu bukanlah pedagang yang berjualan di kantin sekolah. Saat ditanyai guru, pedagang itu mengaku baru pertama kali menjual permen tersebut. “Saat ini, kami mengamankan permen tersebut agar dapat ditunjukan saat dimintai keterangan oleh polisi,” ucapnya.
Siti juga memastikan bahwa kantin disekolahnya juga tidak menjual produk yang berbahaya bagi para muridnya. "Kami ambil pelajaran dari kejadian ini untuk memperketat jajanan sekolah. Selain itu para murid dapat lebih mematuhi nasehat dari para guru," katanya.
Kepala UPTD Pendidikan Kecamatan Sukorejo, Widodo mengatakan, pihaknya akan melihat permen yang membuat belasan murid SD itu keracunan. "Nantinya jika diperlukan, permen ini akan kami sampaikan kepada Dinas Kesehatan, namun saat ini murid yang keracunan sudah dibawa pulang oleh orang tua mereka" ucapnya.
Petugas Puskesmas Sukorejo 02 memeriksa 14 siswa yang diduga keracunan, sedangkan 6 siswa di antaranya dirujuk ke Puskesmas Sukorejo 01 untuk mendapatkan perawatan yang lebih intensif.
Editor: Kastolani Marzuki