Begini Kisah Anggota SAR UNS Jadi Relawan Pengubur Jenazah Pasien Covid-19
“Karena saya tidak bisa membantu dengan harta benda, cuma dengan tenaga yang saya bisa. Dan dari Bakorlak SAR UNS ada empat personel yang ikut giat. Ada saya, Panji, Imam Muhlisin, dan Witanto,” ujarnya.
Dalam proses penguburan jenazah pasien Covid-19, Supriyanto dan relawan dari Bakorlak SAR UNS telah dibekali dengan Alat Pelindung Diri (APD) dan alat kubur, seperti helm, kacamata google, sepatu boot, masker, bambu, dan tali plastik atau tambang.
Selama menjadi relawan pengubur jenazah pasien Covid-19, Supriyanto enggan dibayar sepeser rupiah pun. Sebab ia sejak awal sudah berkomitmen membantu sesama yang memerlukan.
Komitmennya diikuti rekan-rekan lainnya sesama relawan, baik dari Bakorlak SAR UNS maupun tim SAR lainnya. Sampai-sampai Wakil Ketua I PMI Sragen Soewarno menyebut Supriyanto dan temannya merupakan relawan yang sangat istimewa.
Meskipun Pemkab Sragen telah menganggarkan insentif bagi relawan pengubur jenazah pasien Covid-19, Supriyanto tetap kokoh pada pendiriannya. Ia tidak mau dibayar dan tidak mencairkan insentif tersebut.