Beda Kasunanan dan Mangkunegaran, Orang Solo Wajib Tahu
Beda Kasunanan dan Mangkunegaran, Pura Mangkunegaran merupakan Kadipaten yang posisinya di bawah Kasunanan dan Kasultanan pada tahun 1757–1946. Kadipaten Mangkunegaran merupakan kerajaan otonom yang memiliki wilayah yang sangat luas dan berhak memiliki tentara sendiri yang independen dari Kasunanan.
Setelah sekian lama menjadi kerajaan otonom, pada September 1946 Mangkunegara VIII menyatakan bergabung dalam Negara Kesatuan Republik Indonesia. Meletusnya revolusi sosial di Solo pada tahun 1945-1946, telah mengakibatkan Mangkunegaran kehilangan kedaulatan. Walaupun demikian, Pura Mangkunegaran masih tetap menjalankan fungsinya sebagai penjaga budaya.
Dari rentetan sejarah tersebut, ada sejumlah kesimpulan mengenai beda Kasunanan dan Mangkunegaran. Pertama penguasa Keraton Kasunanan Surakarta bergelar Sunan Paku Buwono, Sedangkan penguasa Pura Mangkunegaran adalah Pangeran Adipati Aryo Mangkunegoro.
Kemudian antara tahun 1757-1946, Kadipaten Mangkunegaran adalah kerajaan otonom yang berhak memiliki tentara sendiri yang independen dari Keraton Kasunanan Surakarta.
Dari segi pakaian batik, ternyata juga ada perbedaan antara Kasunanan dan Mangkunegaran. Meskipun sama-sama di Solo, keduanya memiliki karya batik yang berbeda. Batik Kasunanan Surakarta didominasi warna-warna gelap seperti hitam dan cokelat. Sedangkan Pura Mangkunegaran memiliki warna batik yang didominasi dengan warna cokelat kekuningan, sehingga lebih cerah.