Banjir di Kudus dan Pati Rendam Puluhan Desa, Jalur Pantura Tersendat
Banjir Kudus dan Pati mulai terjadi pada Jumat (9/1/2026) sekitar pukul 18.00 WIB. Peristiwa ini dipicu oleh curah hujan tinggi yang berlangsung cukup lama.
Kepala Pusat Data, Informasi, dan Komunikasi Kebencanaan BNPB, Abdul Muhari, menjelaskan hujan deras menyebabkan debit air Sungai Gelis, Sungai Piji, dan Sungai Dawe meningkat drastis.
“Luapan air dari ketiga sungai tersebut tidak dapat tertampung oleh alur sungai dan sistem drainase yang ada, sehingga menggenangi permukiman warga serta sejumlah fasilitas umum,” ujar Abdul Muhari, Senin (12/1/2026).
Dampak banjir Kudus dan Pati dirasakan di enam kecamatan di Kabupaten Kudus, yakni Kecamatan Mejobo, Kota, Jekulo, Bae, Dawe dan Gebog.
Pada awal kejadian, ketinggian muka air mencapai sekitar 50 sentimeter. Genangan air merendam permukiman warga, akses jalan, jembatan, serta lahan pertanian di sekitar daerah aliran sungai.