Banjir Bandang Pemalang Terjang Puluhan Rumah, 1 Warga Tewas Terseret Arus
"Korban diduga kuat terseret arus saat banjir bandang melanda akibat tingginya debit sungai," ujar AKP Ciptanto, Sabtu (24/1/2026).
Hingga saat ini, BPBD Kabupaten Pemalang masih melakukan asesmen dan pendataan. Petugas terus menghitung jumlah rumah rusak serta dampak lain yang ditimbulkan oleh banjir bandang tersebut.
Sementara itu, satu korban jiwa akibat banjir bandang Pemalang berhasil diidentifikasi. Korban diketahui bernama Tanto (35), warga Desa Penakir, Kecamatan Pulosari, Kabupaten Pemalang.
Sebelumnya, jenazah korban ditemukan dalam kondisi terhanyut dan tersangkut di ranting-ranting di tepian Sungai Tetep, Desa Sima, Kecamatan Moga. Lokasi penemuan berjarak cukup jauh dari titik awal banjir bandang.
Setelah dievakuasi, jenazah korban dibawa ke Rumah Sakit Islam Moga untuk dilakukan pemeriksaan dan proses identifikasi. Dari hasil pemeriksaan, identitas korban dipastikan merupakan salah satu warga yang terdampak banjir bandang Pemalang di wilayah selatan kabupaten tersebut.
Saat ini, tim gabungan yang terdiri dari Polri, TNI, BPBD, PMI, relawan, dan warga setempat masih melakukan pembersihan material sisa banjir bandang Pemalang. Lumpur, kayu, dan batu yang menutup akses permukiman mulai disingkirkan secara bertahap.
Petugas mengimbau masyarakat, khususnya yang tinggal di sekitar aliran sungai, untuk tetap meningkatkan kewaspadaan. Hal ini mengingat curah hujan masih tinggi dan potensi banjir susulan masih berpeluang terjadi.
Editor: Donald Karouw