Bak Model, Begini Gaya Istri Ganjar Pranowo di Atas Catwalk Semarang Fashion Trend 2022
Ketua Dekranasda Blora Ainia Shalichah mengatakan, dengan tampilnya batik Blora di gelaran Semarang Fashion Trend, menjadi sinyal kesiapan batik asal Blora, di kancah wastra nasional.
“Terima kasih beliau selalu men-support kami. UMKM di Blora khususnya yang batik fashion, harapannya sudah (siap) ready to wear,” katanya.
Sementara itu, desainer pakaian asal Blora Lydia Christine mengatakan, batik Blora terinspirasi oleh lingkungan sekitarnya. Dia mengaku kali pertama mencipta batik, karena iba dengan kondisi masyarakat. Ia akhirnya menggandeng para UMKM di Blora untuk dibina, dan membuat ragam motif batik.
“Awalnya saya lihat banyak yang daftar kerja tapi tidak lulus sekolah. Nah dari situ timbul keinginan bantu. Nah batik ini kan relatif mudah pengerjaannya, bisa dilakukan orang muda sampai tua,” ujarnya yang telah delapan tahun menekuni bisnis fesyen batik motif Blora itu. Rupanya keinginan membantu Lydia direstui semesta. Ternyata, leluhurnya pun merupakan perajin batik di Blora.
“Di rumah itu ada seperti kolam-kolam besar, rupanya simbah dulu juga pembatik. Kolam itu untuk mewarnai batik,” ungkapnya.