Bahaya Riya dalam Beribadah
Orang yang seperti itu sama kedudukannya dengan orang yang tidak mengerjakan salat sama sekali.
Allah SWT telah berfirman:
إِنَّ الْمُنافِقِينَ يُخادِعُونَ اللَّهَ وَهُوَ خادِعُهُمْ وَإِذا قامُوا إِلَى الصَّلاةِ قامُوا كُسالى يُراؤُنَ النَّاسَ وَلا يَذْكُرُونَ اللَّهَ إِلَّا قَلِيلًا
Sesungguhnya orang-orang munafik itu menipu Allah, dan Allah akan membalas tipuan mereka. Dan apabila mereka berdiri untuk salat, mereka berdiri dengan malas. Mereka bermaksud riya (dengan salat) di Hadapan manusia. Dan tidaklah mereka menyebut Allah kecuali sedikit sekali. (An-Nisa: 142).
Lantas bagaimana perbuatan ibadah seseorang bisa disebut bukan riya? Rasulullah mengatakan jika melakukan suatu perbuatan karena Allah dan orang yang melihatnya merasa takjub itu bukan perbuatan riya'.
Hal itu disebutkan dalam sebuah hadis.
Dari Abu Hurairah ra mengatakan bahwa ketika aku sedang salat, tiba-tiba masuklah seorang lelaki menemuiku, maka aku merasa kagum dengan perbuatanku. Lalu aku ceritakan hal tersebut kepada Rasulullah Saw, maka Nabi Saw bersabda: Dicatatkan bagimu dua pahala, pahala sembunyi-sembunyi dan pahala terang-terangan".
Wallahu A'lam Bishshawab.
Editor: Kastolani Marzuki