Atlet Parabadminton Raih Emas di Paralimpiade Tokyo 2020, Ini Kata Manajer Tim
Dosen yang menjadi pembina di NPC Indonesia ini mengungkapkan, prestasi yang diraih berkat persiapan panjang yang dilalui para atlet. Para atlet sudah disiapkan sejak 2019 lalu untuk mengikuti ASEAN Paragames 2019 di Filipina, tapi turnamen tersebut dibatalkan.
Para atlet baru benar-benar mengikuti pemusatan latihan sejak Oktober 2020 di Solo Baru. Namun, persiapan para atlet disabilitas ini tidaklah mulus. Aturan pemberlakukan pembatasan kegiatan masyarakat (PPKM) yang diterapkan pemerintah, membuat aktivitas latihan terganggu.
Saat itu, dirinya berinisiatif untuk meminta izin Rektor UNS Prof Jamal Wiwoho menggunakan gedung olahraga (GOR) FKOR UNS yang baru selesai dibangun sebagai tempat latihan para atlet disabilitas. Prof Jamal merestui dan mendukung penuh para atlet.
“Alhamdulillah Pak Rektor mengizinkan. Akhirnya kami bisa latihan di GOR FKOR UNS. Pak Rektor memang sangat peduli dengan para atlet. Bahkan setiap hari saat sejak di Machida sampai di Tokyo, beliau telepon saya menanyakan perkembangan di sini,” katanya.
Prestasi yang diraih, diharapkan dapat membayar kerja keras semua atlet, pelatih, dan ofisial. Dirinya berharap prestasi dapat membukakan jalan bagi penyandang disabilitas agar mereka diberi kesempatan dan hak yang sama.