Asal Usul Wonogiri, Titik Awal Perlawanan Pangeran Sambernyawa
Julukan Pangeran Sambernyawa diberikan Nicolaas Hartingh, perwakilan VOC, karena di dalam peperangan Raden Mas Said selalu membawa kematian bagi musuh-musuhnya.
Raden Mas Said lahir di Kartasura pada Minggu, 8 April 1725. Dia merupakan putra dari Kanjeng Pangeran Aryo Mangkunegoro dan Raden Ayu Wulan yang wafat saat melahirkannya. Saat Raden Mas Said berusia dua tahun, ia harus kehilangan ayahnya karena dibuang Belanda ke Srilanka.
Pada masa kecil, kehidupan Raden Mas Said jauh dari suasana layaknya bangsawan keraton. Masa kecil lebih banyak bersama anak-anak para abdi dalem. Hal ini yang membuat Raden Mas Said sangat mengerti kehidupan rakyat kecil, sekaligus menempanya memiliki sifat peduli terhadap sesama.
Ada peristiwa yang membuat Raden Mas Said resah karena mendapat ketidakadilan di keraton. Pada masa Raja Paku Buwono II, Raden Mas Said hanya sebagai Gandhek Anom (Manteri Anom) atau sejajar dengan Abdi Dalem Manteri. Sesuai kedudukannya, Raden Mas Said semestinya menjadi Pangeran Sentana.
Ia lalu mengadukan hal itu kepada raja. Ketika di keraton, Patih Kartasura tidak merespons aduannya. Sang Patih justru memberi sekantong emas kepada Raden Mas Said. Hal ini membuat Raden Mas Said murka karena dirinya menuntut keadilan dan bukan mengemis.