Asal-usul Nama Banjarnegara, Dijuluki Kota Dawet Ayu
Pada kesempatan tersebut, Joko Kaiman juga mengusulkan agar wilayah Wirasaba yang luas dibagi menjadi empat. Lalu usul itu diterima.
Sehingga, Wirasaba pun dibagi menjadi empat bagian, seperti Banjar Pertambakan dipimpin Kiai NgabeI Wirayuda Merden dipimpin Kiai Ngabehi Wiryakusuma Wirasaba dipimpin Kiai Ngabehi Wargawijaya Kejawar dipimpin Joko Kaiman sendiri Wilayah Banjar Pertambakan itulah yang di kemudian hari dikenal dengan nama Kabupaten Banjarnegara.
Daerah Banjar (sekarang Kota Banjarnegara) menjadi pilihan untuk ditetapkan sebagai ibu kota yang baru. Kondisi daerah yang baru ini merupakan area persawahan luas dengan beberapa lereng yang curam.
Di daerah persawahan (Banjar) inilah didirikan ibu kota kabupaten (Negara) yang baru sehingga nama daerah ini menjadi Banjarnegara (Banjar: Sawah, Negara: Kota).
Sedangkan dijuluki sebagai kota Dawet Ayu karena menjadi minuman khas dari Banjarnegara. Bahkan, ada lagu berjudul "Dawet Ayu Banjarnegara" ini dipopulerkan kembali oleh Grup Seni Calung dan Lawak Banyumas Peang Penjol pada 1980-an.
Grup ini terkenal di Karesidenan Banyumas pada era 1970-1980-an. Selain versi tersebut, ada pula versi Ahmad Tohari yang mengatakan bahwa berdasarkan cerita tutur secara turun temurun, ada sebuah keluarga yang berjualan dawet sejak awal abad ke-20.
Generasi ketiga pedagang tersebut terkenal karena cantik sehingga dawet yang dijual sering disebut orang sebagai dawet ayu. Demikian penjelasan mengenai asal usul nama Banjarnegara.
Editor: Kurnia Illahi